Biografi Singkat Barack Obama: Presiden Amerika Serikat Ke-44
Proses pemilihan presiden di Amerika adalah sebuah drama politik yang melelahkan, lahir dari sejarah 200-an tahun, dan menjadi “buku panduan” bagi pemilihan presiden negara-negara lainnya. Dan hasilnya, mau tak mau diakui, akan berpengaruh bagi hidup banyak warga bangsa lainnya (antara lain: perang, terorisme, krisis finansial & teknologi yang berasal dari AS ). Namun ada yang membedakan proses tahun ini dibandingkan periode-periode sebelumnya. Tahun ini, pemilihan presiden Amerika Serikat menjadi semakin populer dan ikut diperhatikan oleh banyak orang dari berbagai golongan dan kelas: dari warga anak kecil di Kenya sampai tante-tante di Tegal, dari Hawai sampai Munich . Pemicunya adalah kandidat bernama Barack Obama. Obama bagi banyak golongan adalah simbol sekaligus cermin dan juga fenomena.
Obama adalah manusia abu-abu, lahir dan besar dalam persimpangan budaya yang membuatnya kesulitan mencari jatidiri di awal masa hidupnya. Anak dari seorang Kenya berkulit hitam legam dan ibu Amerika berkulit seputih susu, dibesarkan secara sederhana dalam budaya kulit putih namun memilih untuk mengidentifikasi dirinya sebagai seorang laki-laki kulit hitam. Sejak kecil hanya bermimpi menjadi pemain basket profesional di NBA, dan berlabuh menjadi politisi papan atas. Sebuah biografi yang tak lazim bagi seorang kandidat presiden Amerika (dimana kecurigaan dan luka akibat politik diskriminasi warna kulit dimasa lalu belum hilang sama sekali), sekaligus biografi yang menginspirasi banyak orang.
Keabu-abuan ini sempat menjadikan Obama sebagai sasaran tembak lawan politiknya, dari tuduhan Obama adalah muslim, Obama tidak lahir di tanah Amerika sampai Obama adalah sosialis. Namun kejelian Obama dalam memanfaatkan biografi dirinya sebagai bukti kehebatan demokrasi di AS (Obama sering mengungkapkan: “apa yang bisa saya capai hanya bisa terjadi di negara ini, tidak di manapun”), kemampuannya memahami keinginan publik serta memformulasikan mantra perubahan dalam cara berpolitik membuatnya bisa mengarungi kerasnya jagat politik di AS. Muncul sebagai kandidat terpilih dari Partai Demokrat dengan terlebih dahulu merontokkan mesin politik kelas kakap milik dinasti Clinton, setelah pertarungan panjang dan melelahkan selama 8 bulan.
Kampanye melawan kandidat Partai Republik, John McCain, jelas bukan hal yang mudah baginya. McCain adalah figur pahlawan AS, seorang veteran perang dari keturunan pembesar Angkatan laut AS (ayah dan kakek McCain adalah admiral), pernah mendekam dipenjara Vietkong dan menerima siksaan komunis Vietnam selama lima tahun. Obama yang relatif jauh lebih muda (47 tahun, Mc Cain 72 tahun) dan minim pengalaman politik (McCain telah menjadi anggota konggres AS sejak 26 tahun lalu). Namun sekali lagi Barack Obama berhasil melalui tantangan didepannya.
Strategi kampanye Obama sejak awal telah mengubah peta dan strategi politik di AS. Kemampuannya mengeksploitasi teknologi dengan memaksimalkan potensi internet dan telepon selular sebagai basis jaringan kampanyenya menjadikannya sebagai kandidat dengan total sumbangan kampanye terbesar sepanjang masa ( 600-an Juta Dolar). Organisasi lapangan yang rapih, efisien dan tanpa lelah menjadikan Obama sebagai kandidat dengan perolehan suara terbesar sepanjang masa. Ia mampu mengubah daerah yang secara tradisional selalu berpihak pada partai musuhnya mengubah haluan. Kemampuannya menampilkan citra pembaharu menginspirasi kaum muda serta menjadikan McCain layaknya tokoh tua yang mulai pikun. Kelihaiannya mengeksploitasi krisis finansial dan kemerosotan ekonomi AS di dunia menjadi senjata yang mematikan yang melumpuhkan John McCain. Pembawaan yang kalem dan matang juga membuat pengalaman dan status pahlawan yang disandang McCain seolah lenyap begitu saja.
Rakyat Amerika telah memilih dan mempercayai seorang presiden kulit hitam pertama dalam sejarah mereka. Barack Obama menjadi presiden ke-44 Amerika Serikat, menjadi pemimpin negara adidaya tunggal yang sedang dirongrong krisis ekonomi dan perang yang tak berkesudahan. Obama mengakhiri kampanye panjangnya selama 22 bulan sebagai pemenang. Seorang tokoh yang lahir dalam persimpangan budaya dunia telah muncul, dan dunia akan menantikan sejauh apa pencapaiannya.
Lebih jauh:
- Biografi Lengkap Barack Obama
- Jalan Hidup Obama dalam urutan waktu
- Biografi lengkap John McCain


foto2nya bagus2….ambil di mana ya?
fisto
5 Nov 08 at 5:52 pm
terima kasih atas tulisanya. saya termasuk sedang senang dengan berita ini. Semoga Obama bukan pemimpinyang angkuh, tetapi bisa memobilisasi perdamaian dunia.
Zakir
6 Nov 08 at 7:57 am
Besok masih inget ma indonesia ga ya…
mamas86
6 Nov 08 at 9:10 am
[...] Fenomenal di Awal November 2008 ini hampir sebanding dengan pertarungan politik Mc Cain versus Barack Obama di Amerika sana. Selamat buat Mas Barack Husein Obama atas kemenangannya…., ternyata [...]
Building Online Business Link » Nusakambangan Awal November 2008
6 Nov 08 at 3:50 pm
Contoh work smart yang sdh dilakukan oleh Obama dan terbukti berhasil gemilang.Saya optimis ke depan,dengan work smart-nya bisa menjadikan sentuhan-sentuhan yang lebih smart dan humanist,Amerika kepada negara-negara lain termasuk Indonesia.
inovasibisnistop
6 Nov 08 at 4:05 pm
[...] saya berpikir akan bertanya soal Barack Obama, eh ternyata hanya seputar pesantren danIslam di Indonesia. dan sesuatu yang pasti, asal orang [...]
Di-wawancara-i Wartawan Internasional « Pak AR guru Fisika
6 Nov 08 at 4:08 pm
anda juga bisa membacanya di :
http://asahannews.wordpress.com/2008/11/06/kilas-balik-sejarah-hidup-barack-obama/
syahrizal pulungan
6 Nov 08 at 10:01 pm
met yaaaaaaaaaaaaa Mr.Obama
jgn lupakan kita yang da di indonesia yaw…
trus kita jg berharap supaya Mr. Obama bs menghapus krisis global yg sdg melanda dunia…
dan jangan lupa dengan semua janji-janji mu…….
sekali lagi selamat yaaaaaa
neni & fitri
7 Nov 08 at 10:39 am
selamat ya….
assetty
7 Nov 08 at 11:03 am
halo semua..
wah, seneng banget obama bisa menang.. semua Indonesia dapat dampak yg baik dg menangnya beliau.
Oya, aq pusing nich nyariin ttg agama obama?
ada yg tau g’ agamanya dia apa?
kata orang sich dia Islam liberal? apa iya?
thanks
z03r4
7 Nov 08 at 11:17 am
senang dech dengar kabar obama telah menempuh tantangan hingga mencapai karir…..selamat yah n moga mengadi yang terbaik….. GBU
Fita
7 Nov 08 at 12:12 pm
senang dech dengar kabar Mr. Obama telah menempuh tantangan hingga mencapai karir…..selamat yah n moga menjadi yang terbaik n moga menjadi pemerintah yang baik… Met berjuang lagi yahhhhhhhh Mr. Obama GBU
Fita Silitonga
7 Nov 08 at 12:17 pm
Selamat sudah jadi presiden. Jangan lupa dengan teman-temanmu yang ada di Indonesia.
Budi
7 Nov 08 at 12:46 pm
congrats deh!
nana
7 Nov 08 at 1:05 pm
congratz 4 obama.. ^^
ricohsanusi
7 Nov 08 at 1:17 pm
WaWah gimana caranya dapat alamat Barack Obama, bisa bantu saya
khusnin
7 Nov 08 at 1:34 pm
duh senang’y………….bisa jd presiden.slmt ya mg jd pmimpin yg baek n jujur Mr.Obama……….i love u.
nita
7 Nov 08 at 1:47 pm
moga aje die inget same kite
ferry azhari
7 Nov 08 at 2:01 pm
… kemenangan Obama kemenangan warga kulit hitam !
saatnya etnis lulit hitam berbicara di pentas politik dunia.
salam dari Papua
HLO
7 Nov 08 at 2:49 pm
07 Nopember 2008 06:19:01
Obama Bisa Jadi Inspirasi Perubahan Untuk Papua
JAYAPURA- Kemenangan senator Ilinois Barack Hussein Obama menjadi Presiden ke-44 Negara Adidaya Amerika Serikat (AS), diyakini akan mampu membawa efek penting bagi bangsa Indonesia pada umumnya dan Papua khususnya.
Pengamat Politik Papua Drs. Nafi Sanggenafa, MA mengungkapkan, secara pribadi maupun selaku pimpinan fakultas sangat bangga dengan kemenangan
Senator berusia 47 tahun itu.
Dikatakan, efek penting dari kemenangan Obama bagi Bangsa Indonesia ini adalah bahwa demokrasi itu tidak lagi memendang apakah seseorang itu senior atau junior, tapi yang paling adalah kualitas kemampuan dari kandidat-kandidat yang ada apakah pada level pemilihan Calon Presiden, Gubernur dan Bupati/Walikota..
“Kita harus jujur bahwa setiap orang yang punya hak untuk terlibat dalam pemilihan pemimpin itu harus diberikan kebebasan seluas-luasnya. Jadi kebebasan itu tidak dibatasi apakah dia ini senior atau tidak, apakah rambut lurus atau keriting dan dari mana asalnya. Yang jelas belajar dari kemenangan Obama semua orang punya hak yang sama untuk tampil sebagai pemimpin apakah di tingkat Negara atau daerah,” ujar Nafi Sanggenafa saat ditemui Cenderawasih Pos diruang kerjanya, kemarin.
Menurut Dekan FISIP Uncen itu, kemenangan Obama itu disatu sisi sangat menguntung Bangsa Indonesia karena dia ini memiliki hubungan emosional dengan Indonesia, karena masa kecilnya pernah tinggal di Jakarta.
Karena itu, dalam konteks politik hubungan Indonesia dan AS pasca kemenangan Obama itu diyakini hubungan kedua negara ini akan semakin baik dan intens, termasuk hubungan di bidang-bidang lain apakah ekonomi maupun dalam hal kerjasama militernya.
Lalu bagaimana efeknya bagi Papua terkait kemenangan Obama ini, menurut Sanggenafa secara spesifik dampaknya sangat luar biasa akan memacu motivasi masyarakat atau saudara-saudara di Papua bahwa demokrasi itu tidak lagi mengenal minoritas atau mayoritas.
” Dalam konteks pencalonan sebagai seorang pemimpin yang penting adalah siapa yang memiliki kemampuan ilmu pengetahuan bagus, performa bagus dan disenangi oleh banyak orang, terutama ide-ide atau gagasan brilian yang dimiliknya dalam membangun suatu bangsa khususnya di daerah Papua. Jadi saya pikir banyak hal yang harus dipelajari terkait kemenangan Barak Obama khususnya dalam menjalankan demokrasi,” tandasnya.
Baginya, kemenangan Obama ini bisa membuka makna dan nilai-nilai demokrasi yang sesungguhnya bahwa siapa saja apakah kulit hitam atau putih dan dari suku mana saja memiliki hak yang sama untuk menjadi pemimpin, bukan saja di Papua tapi di seluruh Indonesia asalkan memiliki kemampuan.
Memang harus diakuinya, usia Amerika sudah cukup dewasa yakni 200 tahun, sementara Indonesia baru 64 Tahun, tapi bukan berarti di Papua atau di Indonesia tidak bisa. Proses demokrasi di AS bisa dilakukan di Indonesia, asalkan mereka mau belajar dari kemenangan Obama tersebut.
” Dalam beberapa bulan kedepan Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Presiden dan apa yang terjadi di AS harus dilakukan di Negara ini juga walaupun tidak seperti AS. Siapapun kandidat yang kalah harus mengakui dan menghormati yang menang, sepanjang itu semua dilalui secara demokratis,” ungkapnya.
Jika melihat pelaksanaan proses berdemokrasi di negara ini kata dia, Indonesia masih harus belajar banyak dari AS. Sebab, dari pengalaman yang ada, setiap kandidat yang kalah atau gagal, maka yang muncul adalah protes bahkan ada yang melakukan hingga tindakan anarkis.
Dirinya berpikir, proses pemilihan Presiden harus dicontoh oleh negara ini, dimana kandidat yang kalah langsung mengucapkan selamat atas kemenengan lawan politiknya. Bahkan, kandidat yang kalah akan mendukung kepemimpinan lawan politiknya yang menang.
Sebab, meskipun para kandidat telah membuat komitmen siap kalah dan menang, namun dalam realitanya kandidat-kandidat yang kalah belum menerima kekalahan itu sehingga diwujudkan dalam bentuk protes dan lain sebagainya.
Disinggung kemenangan Obama terhadap kondisi politik Papua, menurut Naffi Sanggenafa, Obama sudah pasti akan sangat berhati-hati setiap membicarakan persoalan politik negara lain, apalagi menyangkut disintegrasi bangsa.
Kalaupun ada, semuanya tetap akan dibicarakan di tingkat hubungan politik luar Negeri apalagi itu menyangkut kedaulatan suatu bangsa. Jika, melihat visi dan misi Obama yang akan memperhatikan masalah perdamaian dunia diantaranya akan menarik pasukan AS di Irak dan Afganistan, itu menandakan bahwa Obama sangat menghargai perdamaian dan kedaulatan suatu bangsa. (mud)
HLO
7 Nov 08 at 3:12 pm
dahyat, demokrasi memang demikianlah sebenarnya. yuk kita belajar hal-hal yang baik dari hal ini.
han-han
7 Nov 08 at 3:43 pm
selamat atas kemenangan obama
ikankoi
7 Nov 08 at 5:32 pm
semoga berry ingat sewaktu kecilnya
r.galih
8 Nov 08 at 7:15 am
http://diyas.multiply.com/journal/item/281/Harapan_buat_Obama?replies_read=39
obama juga orang pinter loh, ingin jelasnya baca aja di link atas.
newmp3gratisa
8 Nov 08 at 9:00 am
“Siapa sangka ekspresi wajah bocah-bocah SD Menteng yang sedang teriak kegirangan bakal muncul di halaman depan koran NY Times, salah satu koran terbesar di negeri AS sana.”
rezco
8 Nov 08 at 9:01 am
Awal karirnya dimulai mula-mula di Los Angeles sebagai mahasiswa, kemudian pindah ke Universitas Columbia di New York, dan setelah diselingi bekerja di Chicago, dia menamatkan pendidikan S3 di Harvard Law School.Nah lumayan kan, ternyata si Obama ini orang berelmu Karir politik Barack Obama bermula di badan legislatif negara bagian Illinois pada tahun 1997. Pada tahun 2000 dia mencalonkan diri sebagai anggota Kongres, di dewan perwakilan rakyat. Dia kalah telak waktu itu. Karirnya sebagai politisi federal dimulai tahun 2004 ketika dia terpilih sebagai senator dari Illinois. Dia baru dilantik sebagai senator pada awal tahun 2005, dan dua tahun kemudian sudah mengajukan diri untuk menjadi calon presiden dari Partai Demokrat.
newmp3gratisa
8 Nov 08 at 9:01 am
SALAM KENAL… INFORMASI YANG MENARIK…
btw, SAYA juga punya info yang mnarik lho…. mampir ke blog sy ya…
bagus26
8 Nov 08 at 11:30 am
horree…
akhirnya mr.obama menang juga, mudah-mudahan dunia makin aman.
ichlas
8 Nov 08 at 12:04 pm
infonya siiip deh… boleh copy paste postingannya gak…..???
wahid
8 Nov 08 at 12:16 pm
Hidup Obama!
Nurta San
8 Nov 08 at 12:18 pm
Hidup Obama !!!!!
Bagus-bagus fotonya.
Terima kasih.
Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu
8 Nov 08 at 1:06 pm
selamat ya om barack
satya sembiring
8 Nov 08 at 1:45 pm
ehm….yg namanya pemerintahan msh dipimpin oleh manusia belom bisa damai,aman,,,tetep aja kondisi dunia bakaL makin memburuk…..
tp salut deh sm obama,,,,…moga akan ada banyak perubahan yg lebih baik ….
grey
8 Nov 08 at 4:39 pm
Obama menang, di tanah air kita pun jadi fenomenal sampai-sampai bermunculan statement dan analisis termasuk yang “kebelet” memunculkan prediksi bakal tampilnya pemimpin baru NKRI dari kalangan minoritas.
Tapi, siapa ya minoritas itu di Indonesia? Rasa-rasanya dari era kepemimpinan Orde Baru yang berkuasa lebih kurang 32 tahun, sebetulnya tak ada yang boleh dianggap minoritas. Karena dari sejak NKRI berdiri elemen bangsa dan terlebih lagi komposisi di pemerintahan tak pernah tampak dengan jelas mana yang mayoritas dan minoritas. Semua suku bangsa selalu ada dalam percaturan politik bangsa Indonesia. Ini mungkin juga karena berkah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang menganugerahkan kepada “founding fathers” kita Pancasila sebagai ideologi bangsa. Menurut saya, sejak kepemimpinan Soeharto, yang disebut mayoritas adalah kelompok politik yang berkuasa. Nah, di kelompok mayoritas itulah ada orang/kepentingan tertentu yang selalu mampu mengendalikan kelompok mayoritas untuk kepentingan-nya/grupnya sendiri. Masih ingat selama beberapa periode kepengurusan DPP Golkar, yang namanya Yacob Tobing (kini Dubes RI di Korea) begitu dominan dalam menentukan siapa saja yang bisa jadi caleg. Dia pula yang “mematikan” langkah sejumlah kader terbaik yang kebetulan beragama Islam untuk tampil sebagai kader Golkar. Jadi, apa tidak salah kalau sekarang mendadak para petualang politik menyuarakan kemungkinan tampilnya kelompok minoritas di panggung politik NKRI hanya karena melihat keberhasilan Obama? Siapa dia yang dimaksudkan?????????
datoe13
9 Nov 08 at 12:03 am
mengenai hubungan dengan Indonesia, saya pikir tidak akan berbeda dengan presiden dari partai demokrat sebelumnya, Bill Clinton. Untuk mengingatkan saja, pada era Clinton-lah Amerika mulai menerapkan embargo militer dan mendesak pengusutan pelanggaran hak-asasi di Indonesia, hingga menyebabkan negara lain jadi ikut-ikutan meng-embargo kita. Pernah tinggal di Indonesia bukan berarti sepaham dengan pemikiran Indonesia. Tapi ini hanya perkiraan saja, dan semoga saja perkiraan ini nantinya terbukti salah
Ricky Hariady
9 Nov 08 at 4:11 am
yang saya harapkan dari Obama: HAPUS SEMUA UTANG INDONESIA…dari the World Bank
Saya yakin dia bisa..
Bastyo Arsa
9 Nov 08 at 4:19 am
wah lagi musim obama nih, tapi nice post gan… biografi calon presiden kita juga diposting dong gan kalu bisa…
dapat uang
9 Nov 08 at 8:34 am
Sebagai rakyat Indonesia Kusus dari manado/MAHAKAM
MEMINTA Pada Barrac Husein Obama sekiranya ada per
selisihan antar negara Kususnya Indonesia Saya Mohon
……JANGAN MENG EMBARGO dalam segala bidang,
sebab yang sengsara pasti RAKYAT INDONESIA. tan’k
Amien Jan
9 Nov 08 at 7:11 pm
Really..Really..Incridible..
Salut buat Obama yang udah berhasil menjadi Presiden Pertama Amerika yang berkulit hitam. Bener-bener salut.. Semoga kepemimpinannya berjalan dengan baik.
Rahmah
9 Nov 08 at 10:04 pm
duCh………..
ceLamaT y,,,,,
jGn lPa maKan”y,,,,,
d tnGgu lohhhhhhhhh…….
klo obama jadi presiden maka yang cantik kulit hitam bo’,,,,,,,,
handiko
10 Nov 08 at 2:51 pm
mmm, bagus kok gambar nya
http://www.nurrahmanarif.wordpress.com
nurrahman18
10 Nov 08 at 6:46 pm
selamat saja [gak lebih dan gak kurang]
karena, bagaimanapun juga, walaupun obama anak menteng kek, punya saudara di Indonesia kek, Kita adalah Kita, dan harus kita sendiri yang bertanggung jawab terhadap Kita dan negara Kita…
jadi inget pidato Bung Karno, bahwa kita tidak menginginkan negeri yang aman tentram, tak ada tantangan apapun, tetapi kita harus menjadi negeri yang kuat ditempa oleh berbagai masalah, up and down, up and down…
bukannay negeri seberang guru, yang adem ayem , tenterem tanpa ada tantangn..
toboss
11 Nov 08 at 6:52 pm
congratulation to barrack obama
presti
13 Nov 08 at 8:34 am
Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2008, dari Invisible Man menjadi Visible man?
Oleh: Fatchul Mu’in*)
Dalam proses pemilihan presiden, di manapun, kalah atau menang dalah hal biasa. Bila seseorang mampu meraup suara terbanyak, dia menang; sebaliknya bila dia memperoleh suara lebih kecil dari pesaingnya, berarti dia kalah. Namun, akan menjadi lain, bila Obama mampu meraih kemenangan dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat. Mengapa demikian?. Saya mencoba memberikan ulasan sebagai berikut.
Sekilas tentang Black American
Orang Amerika kulit hitam, yang memiliki sejumlah sebutan: Negro, Black American, dan African American. Sebutan negro atau niger dan black American, kini, jarang dipakai. Tampaknya, sebutan popular hari ini adalah African American.
Orang Amerika kulit hitam, awalnya, orang Afrika yang dipekerjakan sebagai indentured servant dan kemudian sebagai budak (slave).Para budak itu, umumnya, bekerja di perkebunan, dimiliki oleh pemilik budah (slave owner), dan diawasi oleh para mandor. Mereka bisa diperjualbelikan. Hingga dalam beberapa generasi, mereka menjadi budak. Walaupun Amerika telah mendapatkan kemerdekaannya, perbudakan masih berlangsung, hingga pecahnya Perang Saudara (Civil War).
Perang saudara itu terjadi antara pihak pro dan kontra perbudakan. Pihak pro pebudakan adalah Amerika bagian Utara (Northern America) dan Amerika bagian Selatan (Southern America). Salah satu faktor utama penyebab meletusnya perang saudara adalah pandangan kelompok Utara, bahwa perbudakan melanggar hak asasi manusia (human rights); perbudakan bertentangan dengan Deklarasi Kemerdekaan (Declaration of Independence), khususnya “…. all men are created equal” (Semua manusia tercipta dalam kesamaan). Para budak harus ditingkat status sosial mereka sebagai orang bebas (free men), yang memiliki hak-hak dan kewajiban yang sama, dalam semua aspek kehidupan (idelogi, politik,ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan-keamanan.
Setelah secara de jure, perbudakan itu dihapuskan, namun secara de facto, perlakuan terhadap free men tidak serta merta sama dengan warga Amerika lain, khususnya dengan White American. Warga kulit hitam lama sekali berada di bawah dominasi kulit putih (white domination). Warga kulit putih menganggap diri mereka sebagai superior; sementara warga kulit hitam, sebagai inferior.
Sejarah mencatat, di bawah white domination itu, warga Amerika kulit hitam dihadapkan pada kehidupan yang serba sulit dan berat. Mereka dihadapkan pada purbasangka (prejudice), diskriminasi (discrimination), pemisahan (segregation), bahkan hukuman mati secara sadis tanpa proses hukum (lynching).
Pengalaman warga Amerika kulit hitam banyak terefleksikan dalam kaya-karya sastra. Ambil contoh, novel berjudul Uncle Tom’s Cabin, Native Son dan Insivible Man. Dalam Uncle Tom’s Cabin, seorang perempuan kulit hitam, Harriet Beecher Stowe, mengisahkan perbudakan di Amerika Serikat. Ketika novel ini ditulis, di negera itu telah terjadi silang pendapat tentang adanya perbudakan. Kelompok yang pro dengan perbudakan adalah terdiri dari orang-orang kulit putih yang umumnya berada di Amerika bagian Selatan, yang memiliki banyak budak atau yang diuntungkan dengan adanya perbudakan itu. Sedangkan kelompok yang kontra adalah mereka yang berada di Amerika bagian Utara (didukung oleh kelompok kulit hitam). Menurut catatan sejarah, novel Uncle Tom’s Cabin memiliki daya provokatif yang luar biasa, membawa rakyat Amerika ke kancah perang saudara.
Novel Native Son, karya Richard Wright, terbit pada tahun 1940-an, dan Insvisible Man, karya Ralph Ellison, terbit tahun 1950-an, keduanya masih merekam inferioritas kaum kulit hitam. Dalam masa ini, secara de jure, perbudakan telah dihapuskan; namun secara de facto, dominasi kulit putih terhadap kulit hitam masih cukup kuat. Yang menarik untuk diungkap di sini adalah invisible man dalam novel Invisible Man. Pernah ada penerjemah, menerjemahkan Invisible Man dalam bahasa Indonesia dengan istilah “Manusia Gaib”. Yang dimaksud dengan invisible man bukanlah “manusia gaib”; tetapi manusia yang secara fisik seperti manusia lain, bisa dilihat, dan dia tidak bisa menghilang. Dia adalah manusia yang secara sosial-budaya kurang (atau bahkan tidak) diakui eksistensinya.
Kondisi Dilematis?
Secara sosiologis, berdasar pengelompokan ras, masyarakat Amerika digolongkan dalam tiga golongan besar. Pertama adalah kelompok kulit putih; kedua, kulit merah; dan ketiga, kulit hitam. Orang kulit putih ini berasal dari imigran Eropa (khususnya, Inggris); orang kulit merah adalah orang Amerika Asli (Native Americans); dan orang kulit hitam berasal dari/keturunan Afrika. Orang kulit putih menduduki kelas pertama (the first class); orang kulit merah, kelas kedua (the second class); dan orang kulit hitam (dan imigran lain), kelas ketiga (the third class).
Bila orang kulit dan kulit hitam disandingkan, stratifikasi sosial mereka adalah : orang kulit laki-laki (male white people), orang kulit putih perempuan (female white people), orang kulit hitam laki-laki (male Black Americans), dan orang kulit hitam perempuan (female Black Americans).
Ketika Obama bersaing dengan Hillary Clinton dalam penjaringan kandidat presiden dari Partai Demokrat, di atas kertas, diprediksi dia (Obama) sulit mendapat dukungan untuk menjadi salah satu penghuni Gedung Putih. Mengapa? Karena, Hillary itu perempuan (Female American); sementara Obama itu keturunan kulit hitam (African American). Secara sosiologis, posisi sosial Hillary lebih tinggi ketimbang Obama. Berdasar sudut pandang sosiologis pula, pertarungan Obama dan Hillary menciptakan kondisi dilematis bagi rakyat pendukung mereka. Memilih Obama yang kulit hitam atau Hillary yang kulit putih tapi perempuan.
Sebab, sejarah menunjukkan bahwa belum pernah ada orang kulit hitam atau kulit putih perempuan menjadi Presiden Amerika. Sebab, selama ini, dominasi kulit putih (white domination), khususnya, kulit putih yang terkategori WASPs (White Anglo-Saxon Protestants). Klausa “…all men are created equal..” seperti tertera dalam Declaration of Independence, selama ini, masih berpihak pada Man White Anglo-Saxon Protestant. Namun, kini, “tradisi” bahwa Presiden Amerika Serikat itu laki-laki, kulit putih, keturunan Inggris, dan beragama Protestan, telah runtuh seiring dengan kemenangan Barack Obama.
Apakah kemenangan Obama ini berarti mengantarkan status invisible man –seperti yang dicita-citakan oleh Ralph Ellison dalam novelnya Invisible Man—ke status visible man? Saya kira, hanya orang-orang Amerika yang mampu dan berhak menjawabnya.
Pelajaran berharga
Sejumlah pengamat menyatakan bahwa kemenangan Barack Obama dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat ini hendaknya dijadikan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Dalam Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden kita nanti, atau Pemilihan Gubernur, Bupati/Walikota, kita hendaknya mengambil sisi-sisi positif dari proses demokrasi di negeri Paman Sam itu.
Satu sisi yang perlu dicermati adalah kenyataan bahwa seorang Barack Obama bukanlah orang terkategori sebagai bagian dari White Anglo- Saxon Protestants. Artinya, siapapun –asalkan Warga Negara Indonesia dan tentu memenuhi syarat-syarat sebagai kandidat presiden, bupati atau wali kota- beri kesempatan untuk maju ke pemilihan presiden. Bila beliau terpilih, dialah presiden, gubernur, atau bupati/wali kota kita. Beliau harus didukung, dan hendaknya tidak diprotes, diboikot program-programnya, dan tindakan-tindakan sejenisnya. Bagaimana menurut anda? (Penulis: Alumnus Kajian Amerika, Pascasarjana-UGM)
fatchulfkip
14 Nov 08 at 8:11 am
hidup obama!!!!!!!!
d_lla
14 Nov 08 at 12:05 pm
Barack “Bilal” Obama
Abdul Aziz
15 Nov 08 at 11:47 am
Kalau pemilihan di Indonesia seperti kita lihat yang kalah gak mau mengaku kekalahannya, karena dia berpikir wah aku kalah nanti nasibku bisa menjadi perampok karena aku berjuang dalam kekuasaan untuk bagaimana bisa berlanjut hidup, ini budaya kekuasaan elite RI.
Mr.Nunusaku
17 Nov 08 at 2:36 am
Obama contoh Calon pemimpin yang baik tuk jaman kita,
dia bisa membuat orang-orang yang berlawanan dengan dia mengakui bahwa dia layak tuk jadi pemimpin…
Pemimpin yang patut di teladani bisa membuat lawannya mengakui dia,
ayo anak2 muda indonesia miliki pribadi yang baik seperti obama…
Tagar Sinulingga
17 Nov 08 at 6:07 am
ini biografi deskriptif biasa2 aja kan….?
kok yang nanggapin malah berlebihan ya…
terlalu berapi2seolah2 Endonesa adalahnegara bagian ke 52 (yang ke 51 : inggris raya)…
salam kenal bloGWalkin’ ajad…
ewot
17 Nov 08 at 10:15 pm
hmm….
apa efeknya kepemimpinan obama dengan masa depan indonesia ya
Adi Nugroho
18 Nov 08 at 12:10 pm
selamat ya buat Obama bin Laden…hehehe..mudah2an USA makin maju aja deh..
http://www.designbyeduard.com
My personal blog!
vindodesign
18 Nov 08 at 3:14 pm
JESUS BLESS U …..obama..
charolina
19 Nov 08 at 9:28 am
hidup obama!!!
Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu
23 Nov 08 at 5:49 pm
yes we can!
indra
23 Nov 08 at 10:06 pm
selamat buat barack obama yang telah terpilih menjadi presiden AS….mudah-mudahan tidak ada lagi peperangan okeeeyy..GOOD LUCK BARACK OBAMA..!!!!!
ardi yansyah
25 Nov 08 at 11:41 am
i love u…please change this world and take me there…u can…
nurhansi
28 Nov 08 at 10:20 am
Obama..dapat salam dari kembaranmu disini
aditcenter
28 Nov 08 at 4:00 pm
berharap dikau bisa menciptakan perdamain dunia karena ditanganmu lah kuasa seluruh dunia,krna negaramu paling brkuasa.
Salam dari aktivismuda UMS surakarta PGSD area
P4-P
28 Nov 08 at 7:42 pm
Mau barack obama atau barack tentara gak ada pengaruh ya buat kita. presiden republik iniaja gak bisa ngerubah keadaan di negeri ini, buat apa mengharapkan negeri lain bisa mengubah nasib dari bangsa kita, kayanya M U S T A H I L
busthood
28 Nov 08 at 10:20 pm
semoga didalam pimpinanmu Amerika dapat pulih dari krisis ,sehingga krisis tersebut tidak menjadi krisis global seperti saat ini,perbanyaklah berdoa sehingga Tuhan Yesus ikut campur dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan, GBU.
fen7bernadette
30 Nov 08 at 10:41 pm
obama??? sapa c?
masdhenk
2 Des 08 at 8:51 am
@masdhenk,
sapa ya? waduh, tapi ganteng uy. kayak boas salosa.. pemain timnas kita ituloh..
takan berhenti berbagi cerita
bangzenk
3 Des 08 at 7:01 pm
Kagum sih boleh2 aja, tapi jgn terbuai, amerika ya tetap saja amerika!
dari dulu selalu menjajah kita dalam berbagai aspek!, mulai aspek ekonomi, budaya, dan macam2 yang sebenernya kalau kita mau mikir pasti kita sendiri tau kalau kita udah benar2 telak di jajah dan digrogoti pola fikir dan pemahaman moral kita!
tapi karna kita keenakan, jd mereka jajah ya kita tetep seneng2 aja..
Reza Miyamoto
4 Des 08 at 7:30 pm
i love obama..
obama kalau tersenyum mirip the rock ya..
jangan takut sukses !
5 Des 08 at 10:01 am
kayaknya obama ndak akan membawa perubahan yang besar bagi indonesia… Y melihat dia sendiri saja mungkin agak repot ngurusin “paman sam”,……
ditho27
5 Des 08 at 2:43 pm
[...] Biografi Singkat Barack Obama: Presiden Amerika Serikat Ke-44 [...]
ogebbgt :: :: December :: 2008
5 Des 08 at 6:01 pm
cayooooo…… for barack OBAMA
edi
7 Des 08 at 1:19 pm
Hidup obama…..
Aku ngefans bgt….
So,cayo obama…..
Ledy
23 Des 08 at 1:25 pm
quw ucapin seLamat bwt Barry “barack obama” meskipun rada telaT..HEHEHE.. mdh2an apa yg selama ini diucapkan pas wkt kmpanye bkn cm sekedar janji tapi pliz dibuktiin duonk!!!! apalagi soal KRISIS GLOBAL en PERANG IRAK kasian tuw uda banyk korban!!!! trus quw harap sgala kebijakan yg dambl g sekedar nguntungin amerika doank but negara2 laen jg!!!! okeh ObamaDKK,,,CAYOOOOOOOOOOOOOOOO…..
esty
26 Des 08 at 3:22 pm
hey!ni sbua suara dr seorang pelajar yg pnya pendapat ttg barack ma indonesia.hhe. ^^
barack obama tuh oye bgt dah!keren!
mg aj bs memperbaiki imej AS yg burug dan sok megaya ky yg uda pny alam smesta ajahh,dan bs mulangin smw tentara dr irak.biar dunia ni AMAN,g ad lg perang2an!
kn ada d uud45 tu.kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa.
smogaaa.
dari wajahny aj uda tpancar aura gmanaaa gtu. [wlopun item.hhe.]
oia,ngoment soal pemilu.
WAHAI PJABAT INDONESIA!
tiru tuh AS! klo kalah NRIMO!mengakui klo lawan tu emang lebih tangguh,lbi hebat!
g ky dsini ! ! ! kalah,minta pmungutan ulang.dmana2 kalo uda kalah y klh aja,g usa diulang2 mpe ribuan kali.paling yg ada tu masyarakat tambah males nyoblos.GEJE BGT!
pas coblosan kmrn aja,sodara2ku dr mule ortu,tante tante,om om,nenek,kakak,mas,mbak,pd ga ada yg nyoblos.males!!
jgn sampe deh pmilihan presiden ntar diulang mpe sribu kali.
MALU MALUIN!
nind
29 Des 08 at 5:38 pm